Feb 14, 2008 Posted in personal by aNdRa™

Bahagia & Terharu Banget

Hari ini aku bahagia banget. Plus terharu. Bukan karena hari ini Palentin, ngga ngerayain (lagian kata MUI kan merayakan Palentin haram hukumnya :D ) Tapi tetep menerima coklat apalagi kalo sekotak/sekaleng.

Udah hampir 2 bulan belakangan ini, di telingaku selalu terngiang sebuah lagu (yang kusangka) klasik. Aku masih ingat benar melodi dan injakan pedal kaki untuk lagu itu. Aku pun bisa menyenandungkan melodi lagu itu. Tapi aku LUPA judulnya. Dan pula tidak pernah tahu liriknya. Sial banget kan? Gimana mau nyari versi mp3-nya kalau lupa judul lagunya. Pun tak tahu siapa penyanyi dan bagaimana liriknya.Aku dulu memainkan lagu itu dengan alat musik organ tunggal, dimainkan secara instrumentalia, saat aku masih kursus musik di Yamaha Musik Purnomo Semarang. Sudah lama berselang, aku kursus sekitar tahun 1987-1989, dan berhasil lulus ujian sebanyak 4 tingkat. Kursus musik di YMP dibagi menjadi 12 tingkat, tingkat paling dasar adalah tingkat XII. Jadi aku punya sertifikat kelulusan untuk tingkat XII, XI, X, dan IX.Lagu-lagunya kebanyakan klasik dan instrumentalia semua. Judul lagu yang masih kuingat misalnya: Speak Softly Love, Jambalaya, Obladi-Oblada, Waltzing Mathilda, Green Green Grass of Home, dan sejenisnya. Pernah juga ditambah lagu yang agak modern, misalnya Baby Elephant Walk, Che Tau (lagu mandarin). Tapi kalau lagu untuk bahan ujian (biasanya ada 4 lagu yang ditentukan dan harus dikuasai dengan baik) memang yang klasik semua.

Tadi ketika mencari lagu Badai Pasti Berlalu versi Berlian Hutauruk, tanpa sengaja aku melihat satu judul lagu yang kelihatannya aku pernah baca dimana gitu. Setelah kucoba unduh, ternyata benar ITU LAGUNYA !!! Horeeee….

Judul lagu yang kucari-cari itu ternyata adalah A Whiter Shade of Pale. Ada versi dari beberapa penyanyi, yang aku unduh baru yang dinyanyikan oleh Procol Harum.

Lagu ini punya kenangan khusus buatku, sebab ada tantangan berupa kesulitan memainkan pedal kaki sebagai pengiring lagu ini. Jika sempat mendengarkan dan memperhatikan irama dan pedal kaki pengiring melodi, terdengar bahwa di lagu ini, pedal kaki terus bergerak mengikuti melodi. Pedal kaki harus diinjak mengikuti ritmis, mulai dari C-B-A-G-F-E-D-C, dan mengikuti teks not balok yang disediakan. Sayang buku not baloknya ketinggalan di rumah di kampung, sehingga saya tidak bisa menunjukkan maksud si pedal kaki itu.

Kalau pemusik hebat seperti pak BR pasti mengerti apa yang saya maksudkan :D

Mendengarkan lagu ini lagi setelah puluhan tahun, rasanya ada yang bergetar di hati. Lagu ini membawa saya kembali ke masa dimana Bapak alm. dengan setia mengantar saya seminggu sekali kursus ke YMP, berjarak 75km dari rumah. Bapak juga yang setia menunggui saat latihan memainkan lagu-lagu yang harus dipertunjukkan ke guru musik seminggu ke depannya. Masih kuingat Bapak mendengarkan dengan mata setengah terpejam. Menikmati permainan jariku pada tuts organ, meski sesekali aku salah memainkan lagunya.

Saat ini masih terbuai dalam kenangan, hati tergetar dan mata berlinang….

Bagi yang ingin tahu seperti apa lagunya, bisa dinikmati dari sini atau sini.

Feb 14, 2008 Posted in personal by aNdRa™

Kasih Sayang PeDe, Detik-detikan

Ikut-ikutan jadi korban jargon iklan, “Kasih Sayang Per Detik”.

Menyayangi tak perlu menunggu konsensus dunia.
Menyayangi sepatutnya diwujudkan Per Detik kehidupan.
Akhiri keusilan, perbedaan pendapat, lelehan air mata kesedihan, dengan kasih sayang yang mengembang bagai adonan kue donat.
Makan coklat boleh setiap hari, habisnya enak sih.. :D
Bunga serangkai akan layu dalam hitungan hari, coklat akan lumer dalam hitungan menit.


Aku menyayangimu, selalu, tanpa syarat, penuh ikhlas, setiap detikku. Tak peduli berapa pulsa ‘terbuang’, prajurit perang tarif telepon :D

Tadi seorang teman saya sedang mempersiapkan kartu-kartu ucapan mungil untuk dibagikan, Valentin-an ceritanya. Kata-kata yang tertulis dalam kartu mungil itu menarik juga, antara lain:
“Kasih sayang itu tidak mengatakan yang tidak sopan.”
“Kasih sayang itu tidak mengatakan keburukan orang lain.”
“Kasih sayang itu saling mengerti.”
“Kasih sayang itu saling memberi.”
“Kasih sayang itu emas.” (Hah?? matre dong… :-P )

Jadi..mana coklatmu buatku? :))