Gorengan Bersubsidi
Posted on: Tuesday, Mar 25, 2008
Berawal dari tiga ratus
Lalu jadi lima ratus
Belakangan sudah tujuh ratus
Harga gorengan mak nyus
Nanti tanggal satu mei
Minyak kompor tak murah lagi
Harganya naik tinggi
Hampir tak terbeli
Semoga tak ada yang bunuh diri
Karena kompornya mati
Semoga tak banyak yang luka hati
Sampai telanjang lari-lari
Haruskah ku bekerja malam hari
Demi nambahin gaji
Gara-gara hitungan subsidi
Yang ngga pernah aku ngerti
Tebal dompet harus ditambahi
Harus minta naik gaji atau ngojek sampai pagi
Harga lain ikutan meninggi
Akhirnya semua mengejar pelangi
-andra25032008-
Kurniawan
March 25th, 2008 at 2:54 pm
Permalink this comment
1
Mosok gak ada jalan keluarnya?
Yang dijual jangan gorengan dong, tapi rebusan. hehehe.
[macam tahu bacem, tempe bacem, arem-arem dan sejenisnya] –> lebih sehat lagi
Toni
March 25th, 2008 at 11:57 pm
Permalink this comment
2
Hebat nih, hafal fluktuasi harga gorengan.
veta
March 26th, 2008 at 9:18 am
Permalink this comment
3
jadi kado buat ultah saya gorengan nih
. di jogja iseh limangatus mbak
iin
March 26th, 2008 at 12:27 pm
Permalink this comment
4
lho? kenapa ujungnya mereka mengejar pelangi? pelangi diumpamakan sbg duit atau Plaza Semanggi? emangnya ada apa disana…? ha hi ho hi he buahahahha
mbales mbak aNdRa *kabur*
P.S.Aku suka puisinya, cermin keprihatinan “a lazy gumbler” muahahahha. Aku sekali2 akan bikin puisi juga ah. sip
aNdRa™
March 26th, 2008 at 2:24 pm
Permalink this comment
5
@Kurniawan: Ngerebusnya tetep pake minyak kompor yg teuteup tak terjangkau..
diet rebus2an yuk…
@Toni: Hihihi..abisnya pecandu gorengan nih mas..
@veta: Yen gorengane numpak sepur nyang Djakarta dadine piro ya?
@iin: Pecahan rupiah kan warna-warni laksana pelangi di pagi hari..
thanks.
Terharu akhirnya ada yang sukai ini. Bukan puisi, hanya persamaan bunyi
Ecko
March 27th, 2008 at 1:51 am
Permalink this comment
6
Kayanya kita harus balik ke jaman berburu dan meramu nih. Yg dimakan serba mentah, fresh from the jungle. Hii, ngeri amat ya kalo gitu lagi.
poetra
March 27th, 2008 at 3:31 am
Permalink this comment
7
Harus kreatif di jaman seperti ini,
Jangan berharap lagi subsidi,
Terlalu banyak uang untuk politisi,
Ahli ekonomi cuma itung2 inflasi..
Jangan menyerah terlalu dini,
Semua bisa diatasi,
Cukup berpikir lebih banyak dua kali,
Kita pasti jadi bangsa mandiri.
Tanpa harus berharap pada politisi..
Horee, semua belakangnya juga ‘i’
Salam kenal ya mbak
ayahshiva
March 29th, 2008 at 12:07 pm
Permalink this comment
8
wah makin susah aja neh bangsa
aNdRa™
April 1st, 2008 at 3:03 pm
Permalink this comment
9
#6 Ecko: Hehehe.. saat ini sih saya sudah beralih ke jaman Rebusan tuh ..
#7 poetra: Wah hebat…akhiran -i nya keren.. salam kenal juga ya mas..
#8 ayahshiva: Ayo harus optimis… hihihi.. padahal dalam hati udah waswas..