Aug 9, 2009 Posted in opinion by aNdRaâ„¢

Rumah yang Pernah Disewa Tersangka Teroris

Sejak hari Jumat 7 Agustus 2009 kemarin, TV dan koran memberitakan penangkapan beberapa orang yang diduga pelaku pemboman atau tindak terorisme. Pemberitaannya menyita waktu hampir 24 jam di dua stasiun TV swasta nasional.

Di satu sisi, salut buat kinerja tim kepolisian yang menyelidiki dan menangkap para tersangka terorisme.
Namun dari tayangan TV dan foto di koran, ada sisi lain yang mungkin luput dari pemikiran kita semua. Digambarkan rumah kontrakan yang digunakan sebagai tempat persembunyian atau tempat mempersiapkan strategi pengeboman ada yang rusak parah terkena tembakan senjata api. Dinding yang rusak tertembus peluru, genting-genting pecah, kaca dan kusen rusak dan pecah.

Apakah nanti akan ada ganti rugi dari pihak entah-mana untuk memperbaiki kerusakan tsb? Bagaimana bila tidak ada pihak yang memberi ganti rugi?

Bila tidak ada, maka tinggallah si pemilik rumah kontrakan yang gigit jari meratapi rumahnya yang hancur. Selain harus mengeluarkan biaya perbaikan yang mestinya cukup besar karena renovasi pada hampir seluruh bagian rumah, juga harus menghadapi kemungkinan dicurigai berkomplot dengan pihak teroris. Duh, ngga makan nangka tapi kena getahnya, sudah jatuh tertimpa tangga, kejatuhan duren pula. [sedikit berlebihan mungkin, tapi bisa saja terjadi demikian]

Memang sih, pengorbanan si pemilik rumah kontrakan ini sangat berarti bagi terciptanya keamanan dan kestabilan negara. Dan juga ketika rumahnya disewa oleh tersangka pelaku terorisme, mungkin si pemilik rumah juga tidak tahu siapa calon penyewa rumahnya. Karena biasanya asalkan menunjukkan KTP dan harganya cocok, terjadilah transaksi sewa. Tersangka pelaku terorisme mungkin saja punya berpuluh-puluh KTP dengan identitas yang berbeda-beda. Pemilik rumah kontrakan juga mungkin tidak terlalu memperhatikan keabsahan identitas calon penyewa, dan tidak terlalu mewaspadai kemiripan wajah si calon penyewa dengan gambar wajah buronan kepolisian yang disebarkan. Bisa jadi juga yang melakukan transaksi sewa bukanlah si tersangka terorisme itu sendiri.

Banyak celah yang dapat dimanfaatkan oleh tersangka pelaku terorisme. Daerah yang dipilih pun kebanyakan agak jauh dari perkotaan. Masyarakat yang tinggal di pedesaan cenderung lebih lugu dan berprasangka baik pada orang yang baru dikenal sekalipun.

Rumah kontrakan yang digrebek dan ditemukan adanya tersangka pelaku teroris, yang kemudian tersangka tsb dilumpuhkan atau ditembak mati oleh pihak kepolisian, biasanya lantas diberi garis polisi. Mereka yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke wilayah rumah tsb, hingga proses penyidikan selesai. Praktis, rumah tsb selain rusak juga tidak dapat mendatangkan penghasilan. [kecuali mungkin berdagang makanan/minuman/rokok di sekitar rumah tsb, ketika masyarakat masih berbondong-bondong ingin melihat lokasi penangkapan, tapi ini tidak akan berlangsung lama]

Ada tayangan lain tentang sebuah rumah yang diduga pernah disewa dan ditempati oleh anggota jaringan teroris. Tersangka anggota teroris-nya sudah kabur, rumah itu sekarang kosong. Pemiliknya sudah berusaha mengecat ulang, merapikan dan memberi tanaman bunga dalam pot sebagai hiasan di depan rumah. Rumah tsb terletak di tepi jalan besar antar kota. Namun sampai sekarang, tidak ada yang menyewa / menempatinya. Entah karena takut disangka terkait jaringan teroris, atau alasan lain, tidak dijelaskan di narasi beritanya. Kalau masalah harga saya rasa kok tidak mungkin ditawarkan terlalu mahal. Kemungkinan terbesar ya ketakutan calon penyewa jika nanti disangka anggota jaringan teroris seperti penyewa sebelumnya.

Dampak sosial-ekonomi sampingan seperti ini, sering terabaikan meski pada kenyataannya mereka juga menderita baik materiil maupun moril. Saya turut prihatin pada pemilik rumah kontrakan ini. Semoga ada pihak yang membantu mengembalikan aset mereka seperti sediakala. Tentunya dengan catatan si pemilik rumah tidak terkait sama sekali dengan jaringan terorisme manapun.


Share on Facebook

Apabila anda ingin mempergunakan sebagian/seluruh tulisan ini, cantumkan atau berikan tautan pada URL link aslinya di http://andra.web.id/2009/08/09/rumah-yang-pernah-disewa-tersangka-teroris/


2 Responses to “Rumah yang Pernah Disewa Tersangka Teroris”

  1. aksesoris wanita

    iya kasihan , gimana tuh urusannyya ? ribetnya udah pasti

  2. Debo Bintang Icil2

    iya tuh mbak,, kasian banget, kebanyakan semua orang tidak berfikiran ke situ ya…
    besok dia (pemilik rumah kontrakan) makan apa.. dn bisa makan apa tidak,,,

    ya semoga yang Kuasa memberi keadilan bagi umatnya…
    Amiinn…

Leave a Reply